Home » 12 IS 4/ 2015-2016 » Hari Ke-1

Hari Ke-1

Pertemuan pertama (28 Juli 2015)

Kata ‘pertama’ selalu menarik untuk dibahas. Demikian pula kata pertama bagi saya dalam peran sebagai wali kelas: kelas Sosial. Dalam pengalaman menjadi guru selama 18 tahun, inilah kali pertama saya mendapat tugas sebagai orang tua di sekolah bagi kelas 12 Ilmu Sosial 4.

Seperti umumnya, siswa yang berada pada kelas sosial dianggap golongan kedua setelah siswa kelas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sesungguhnya tidak demikian untuk siswa yang menggunakan Kuikulum 2013 mengingat siswa kelas Soaial banyak mengambil materi ajar Lintas Minat yang memungkinkan siswa tersebut mendapatkan materi ajar yang sama dengan siswa IPA.

Saya mendapat ucapan selamat dari rekan sekerja atas penunjukkan sebagai wali kelas sosial 4. Ucapan ini dapat dimakanai positif dan negatif. Seorang teman secara langsung berkata, ‘sesekali cobalah menikmati bagaimana rasanya menjadi wali kelas sosial dan mengajar kelas sosial’. Teman lainnya berkelakar, ‘tumben nih jadi wali kelas sosial’. Saya akan meninggalkan komentar rekan sekerja. Di bawah ini akan saya paparkan apa yang saya lakukan pada pertemuan pertama dengan siswa sosial 4.

Bersitatap dengan siswa sosial 4 di ruang kelas sosial 4, saya tidak merasakan perbedaan mencolok seolah ‘inilah kelas sosial’. Bahkan, terlihat lebih menarik. Jumlah siswa hanya 33 orang. Bagi saya itu sebuah keuntungan. Selama ini, ketika mengajar kelas IPA, jumlah siswa paling sedikit 42 orang.
Pertemuan pertama dimulai dengan mencoba saling mengenal antara saya dengan siswa secara lebih personal. Saya berusaha memberikan kesan bahwa guru di sekolah dapat menjadi orang yang dapat dipercaya dan menjadi teman secara akademis.

Mulanya para siswa terlihat ragu-ragu. Untuk mengurangi kecangungan saya mengubah penggalian pengenalan personal dari lisan menjadi tulisan. Saya memberikan 8 pertanyaan yang akan membantu saya nantinya mengenal siswa. Pertanyaan tersebut adalah: 1) Apakah yang kamu ketahui tentang saya? 2) Siapa kamu?, 3) Siapakah teman sekelas yang menurutmu tidak menyenangkan dan apa alasannya? 4) Siapakah guru yang tidak menyenangkan dan apa alasanya? 5) Siapakah teman yang tidak menyenangkan? 69 Siapakah guru yang tidak menyenangkan dan apa alasannya? 7) APa yang membuat kelas ini dianggap negatif oleh kelas lain? dan 8) apa yang harus dilakukan agar kelas ini menjadi kelas yang terbaik?

Para siswa terlihat sangat antusias memberikan jawaban. Saya mengumpulkan jawaban dan melanjutkan kegiatan dengan memberikan arahan untuk membangun citra kelas menjadi lebih positif. Saya meminta pendapat siswa menganai bagaiamna caranya agar kelas terlihat bersih dan rapih, siapa yang akan bertanggung jawab terhadp keberlangsungan kebersihan, keamanan dan ketrtiban kelas. Diluar dugaan para siswa sangat aktif mengajukan tawaran pilihan dan kemungkinan agar kelas menjadi kelas yang terbaik. Bahkan terlontar rencana membersihkan kelas, membuat baju kelas, membuat nama kelas, memberikan warna khusus untuk menunjukkan nuansa kelas.

Hal-hal yang terjadi di atas memberikan gambaran yang jelas bahwa tidak ada perbedaan antara siswa IPA dan siswa IS seperti yang selama ini saya dengar. Hal lainnya yang membuat saya terkesan adalah ketika salah seorang siswi mengatakan dengan lantang bahwa ayahnya bekerja sebagai Satpam. Saya bisa merasakan kebanggan yang tersirat dari nada suaranya, dan ini mengharukan.

Yang menarik perhatian saya adalah ada tiga siswa yang tidak hadir: 1) Khisan, 2) Farhan, dan 3) Randi. Saya mendengar dari teman sekerja bahwa salah satu dari ketiga siswa yang tidak hadir ini harus mendapat perhatian khusus. Mereka mengatakan hal-hal yang kurang positif tentang siswa ini diantaranya jarang masuk kelas, terlalu lamban dalam melaksanakan tugas, dan tidak aktif pada saat proses pembelajaran.

Selain dari ketiga siswa diatas, ada siswa lainnya yang juga menarik perhatian saya. Berdasarkan jawaban tertulis siswa saya menemukan bahwa ada siswa yang tidak disukai oleh hampir semua anggota kelas karena sikapnya yang kurang bisa diterima. Namun ada pula siswa yang hampir disukai oleh semua anggta kelas karena dianggap nyaman ketika diajak ngobrol, sikapnya logis, pengertian, dan inspiratif.

Secara pribadi, pertemuan pertama saya dengan siswa sosial 4 memberikan kesan positif. Saya merasa bangga menjadi bagian dari kehidupan mereka dan berkesempatan untuk mengahabiskan 250 hari bersama mereka.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: