Home » NOTES » Obrolan yang tertangkap dengan Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)

Obrolan yang tertangkap dengan Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)

Senin, 30/7/2012

Pembicara: Reni, Juih (ahli  matematika dan seni dan handycraft)

Topik: monev, dari puskur dan perbukuan (puskurbuk bergabung agar berkaitan antara kurikulum dan buku)

Melihat kondisi buku di sekolah

Melihat hasil instrumen, bilama belum lengkap segera dilengkapi

Pengedit, merevisi entry

Harapan: kegiatan selesai sebelum sore

Kepentingan monitoring: melihat kondisi dilapangan mengenai pelaksanaan ktsp dan penggunaan buku. Mengenai buku pengayaan, berapa lama dipakai. Ktsp nya bagaimana, dokumenya bagaimana. Berdasarkan rakor puskur, nanti akan ada penataan kurikulum, mengintegrasikan beberpa isu global (kespro, ham, climate change, narkotika, hiv) dan nasional (pendidikan karakter bangsa à menjadi payung bagi semua karakter yang dikembangkan, anti korupsi yang dibuat bersama bekerjasama puskur dengan tim kpk bagian pendidikan)

Semua isu global dan nasional harus masuk ke dalam kurikulum pembelajaran secara terintegrasi, tidak ada mata pelajaran berdiri sendiri atau mapel tambahan, sehingga tidak ada honor tambahan. Adakah mata pelajaran khusus? Jadi tidak ada ujian khusus. Masuknya didalam pembelajaran melalui silabus dan RPP. Apakah semuanya wajib masuk, yang sementara penekananan pusat karakter anti korupsi dan ekonomi kreatif.

Bagaimana dengan karakter yang lain? Disesuaikan dengna kebutuhan daerah. Maskudnya, Bali, karena daerah pariwisata,  mereka akan menekankan ada perdanya tentang narkotika dan hiv. Kalo di Poso karena ada konflik terus, mereka menekankan pendidikan cinta damai. Di Indramayu, karena terkenal PSK (prostitusi terpanjang se Asia Atenggara) fokus ke Kespro( kesehatan reproduksi (bagi yang muda) bagi yang sma/smp hiv, lihat tubuhmu yang begitu sempurna, supaya tidak dilecehkan harus dijaga, dilindungi dan harus dibersihkan (dini/ TK diterangkan ini adik, ini harus dibersihkan) SMA (penjelasan berkaitan dengan alat kontrasepsi, jika ada siswa yang bertanya, jelaskan secara baik dan sopan, agar siswa tidak mencuri-curi informasi sehingga nanti mendapatkan informasi yang salah).

Setiap daerah memerlukan karakter yang berbeda sesuai dengan kondisi daerah.  Nilai-nilai karakter anti korupsi harus masuk disemua daerah, karena ini karakter titipan puskurbuk. Setiap daerah mengembangkan karakter yang bisa menjadikannya beda dengan daerah lain. Misalnya: Tanggung jawab à di Sulawesi punya motto ‘tak ada satu daun pun aku langkahi” setiap siswa sepulang sekolah memunguti daun-daun sehingga lingkungan menjadi bersih dari daun. Pada ‘korupsi’ ada tanggung jawab, dalam pembelajaran, cukup ditulis satu saja.

Berkaitan dengan penilaian kinerja guru, maka penilai dari perguruan tinggi akan melakukan klarifikasi dengan kaji silabus dan RPP.

Penataan kurikulum, ada 4 mapel yang ditangani pusat : agama, B.indonesia, Pkn, matematika. Sesisanya diserahkan kepada daerah. Sekolah bertanggung jawab pada mulok.

Beban pusat diturunkan kepada daerah seperti adanya UPTD, dll, harus sinergi, jika ada yang tidak jelas atau kurang yakin, jangan ngadu domba. Telusuri dari mana kebijakan datangnya. Jika berkaitan dengan buku tanya puskurbuk. Kemudian lihat yuridisnya, tanya institusi, tanya referensi apa. Berdasarkan pengamatan dilapangan E2K (elaborasi, eksplorasi, konfirmasi). Secara yuridis tidak harus disebutkan secara berurutan. Misalnya dimulai Eksplorasi dulu. Klausulnya: EEK meliputi: jadi bukan urutan. Jika berkaitan dengan kurikulum, cari di puskurbuk.

Lakukan intrsopeksi secara individual, institusioanal, lihat kembali kelengkapan dan kesempurnaannya.

Rancangan ktsp dokumen 1 dan 2 banyak yang dicetak mati. Jangan dilakukan cetak mati, tapi buat dengan menggunakan spiral untuk kemudahan pemeriksaan (mengkaji setiap isi lembarannya). Caranya: ktsp 2012. Buat rancangan dokumen 1. Tahun 2013, jika ada perubahan, tinggal dicabut. 1 berikan kepada KS, 1 buat kurikulum, 1 buat tahun depan. Jika tahun depan berubah, misalnya halaman 8, cabut halaman 8, misalnya profil sekolah, ganti bagian itu saja. Jika nambah halaman, gunakan penomoran, 8, 8a. 8b. Selama tiga tahun gunakan cara itu. Setelah tahun ke-4 ganti dengan yang baru.

Kecuali jika terjadi perubahan status sekolah, misalnya rintisan RSBI menjadi RSBI. Atau RSSN menjadi SSN. Perhatikan visi misi sekolah, jangan terlalu lama, tapi berubah sesuai dengan kondisi sekolah.

Masalah:

  1. Waktu: tidak cukup untuk mengisi semua data.
  2. Instrumen untuk guru dan untuk sekolah. Guru IPS menekankan kepada buku yang dipakai. Penataan kurikulum mengkover: mat, agama, pkn, b.Ind. guru IPS memperhatikan apakah menggunakan buku penunjang yang disimpan di perpustakaan.
  3. Pengawas TK/SD Cugenang: kondisi guru sukwan pada penerapan diurutkan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi untuk memudahkan.
  4. Untuk KKM apakah menggunakan puluhan atau satuan
  5. KTSP, kurikulum tidak keberatan dibuat secara mandiri, tapi hanya dibuat 1 rangkap saja. Dengan visi berlaku selama 5 tahun. KKM berubah.

Tanggapan:

  1. Untuk tematik (SD 1,2,3), SMP terpadu (IPA, IPS) rumpun keilmuan. Tematik dan terpadu mengajarnya menyatu. Tidak menggunakan nama misalnya Bahasa Indonesia dulu. Ketika mengajar dimulai dengan nyanyi, boneka, guru berkata ‘nina bobo, aduh cantik’, sehingga anak-anak senang, ketika guru masuk pada kegiatan inti, dia menjelaskan, menghitung, bertanya, pada saat yang sama terkait beberapa mapel. Pada saat menyebutkan ‘ini boneka, cantik sekali, coba jarinya ada berapa? Coba kalau jari kamu ditambah dengan jari boneka ada berapa?. Ketika ada pertanyaan dari siswa yang meminta konfirmasi, jawab saja, tidak bisa diplot atau terpisah-pisah, jika itu terjadi maka kreatifitas siswa terhambat. Baik mata pelajaran ataupun tematik dan terpadu, EEK berlangsung selama pembelajaran.

 

  1. KTSP, dokumen 2. Simpan di ruang guru. Untuk digunakan oleh guru.

 

  1. Berdasarkan penataan kurikulum, mulai dari silabus, kkm, yang disusun oleh pusat, guru hanya menyusun RPP. Jika EEK ditulis, maka akan menyulitkan pada saat pelaksanaan. à mapel perekat bangsa.

 

  1. Tematik masih terkotak-kotak. Untuk TK karena masih pengenalan tidak perlu SK KD, untuk SD karena sudah mata pelajaran, maka harus ada SK, KD. Temanya buat yang konkrit; misalnya Kartini yang solehah untuk memfasilitasi tema hari kartini dan tujuan sekolah yang berjenis RA.

 

Pembelajaran diusahakan jamnya tidak terlalu banyak, satu hari tidak lebih dari 3 mata pelajaran. Sehingga belajar aktif dalam dilaksanakan.

Kalau buku menjadi acuan, ‘rely on the book’, seolah yang diperlukan hanyalah buku, maka guru berhenti mengajar, bukunya berikan saja kepada siswa.

Kompetensi guru dan profesionalitas ada pada RPP.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: