Home » TEACHING METHODS » Apa sih perpustakaan?

Apa sih perpustakaan?

Kata ‘perpustakaan’ sangat akrab pada hampir setiap telinga, terutama bagi mereka yang kesehariannya berkecimpung dengan dunia sekolahan. Para guru adalah di antara mereka yang sangat akrab dengan dunia perpustakaan. Kehidupan keguruan mereka sangat bergantung kepada keberadaan perpustakaan. Setiap kali para guru menyampaikan materi ajar kepada para siswa,  sesunggunya yang mereka lakukan adalah berbagi hasil pustaka kepada siswa. Bisa disebut begitu karena para guru terlebih dahulu mengambil berbagai macam sumber bacaan dari perpustakaan (bisa jadi dari perpustakaan pribadi atau perpustakaan lain), kemudian mereka baca, cerna,  dan dengan kemampuan intelektual-pedagogisnya bacaan tersebut disintesakan. Kemudian, dibagikannyalah hasil sintesa bacaannya tersebut kepada para siswa secara cermat sehingga terjadilah perubahan pada pengetahuan dan sikap siswa.

Sedangkan bagi para siswa, perpustakaan menempati posisi yang lebih krusial (penting), karena perpusatakaan merupakan tempat rekreasi yang konstruktif-edukatif selain kelas. Melihat kedudukannya yang begitu penting, maka tidaklah heran jika para siswa merasa sangat sedih ketika mereka menemukan jam kunjung perpustakaan sangat pendek. Para siswa merasa bahagia jika jam kunjung perpustakaan dimulai dari jam 6.30 pagi dan belum tutup diatas jam 2 siang, agar memungkinkan untuk melakukan pinjaman atau membaca buku di luar jam pelajaran.

Sebelum mendeskripsikan lebih lanjut mengenai pentingnya perpustakaan. Mari kita akrabi terlebih dahulu, apa itu perpustakaan. Dalam konteks tradisional, perpustakaan diartikan sebagai kumpulan buku. Sedangkan pada masa kekinian, perpustakaan mengacu lebih dari sekedar kumpulan buku, tetapi “kumpulan informasi, sumber, dan layanan yang dikelola oleh lembaga masyarakat, institusi, atau perorangan” (Anaba Alemma, 2003).

Merujuk kepada siapa pengelola perpustakaan, maka kita kenal berbagai jenis perpustakaan. Salahsatunya adalah perpustakaan sekolah yang tidak saja memberikan layanan pinjaman buku, tetapi juga menjadi pusat informasi, sumber belajar, sekaligus menjadi petunjuk keseriusan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan bagi semua warga sekolah.

Perpustakaan pribadi adalah perpusatakaan milik seseorang dan biasanya tidak disiapkan untuk memberikan layanan kepada publik. Berlawanan dengan perpustakaan pribadi, perpustakaan umum malah melayani semua lapisan masyarakat. Perpustakaan umum disebut pula “Universitas Masyarakat” karena kehandalannya dalam melayani setiap individu untuk menjadi kaya pengetahuan, atau secara tidak langsung mempersenjatai anggota masyarakat dengan pengetahuan sesuai dengan kebutuhannya.

Sedangkan perpustakaan yang menyediakan layanan bagi mereka yang sedang menimba ilmu di tingkat universitas, ada perpustakaan universitas. Bagi sebuah universitas, perpustakaan disamakan posisinya sebagai jantungnya universitas. Hal ini didasarkan pada fungsi perpustakaan universitas sebagai pusat kegiatan universitas, mulai dari sebagai tempat dimana ditemukannya materi perkuliahan, tempat mengakses hasil-hasil penelitian, periodical (majalah dan jurnal ilmiah), dan manuscript (tulisan asli sebelum dipublikasikan).

Kini dikenal pula perpustakaan digital, yakni perpustakaan maya. Salah satu layanan perpustakaan digital adalah  Online Public Access, yaitu layanan yang dapat diakses siapa saja, dari mana saja, dan kapan saja, serta hebatnya mengenai apa saja, semuanya tersedia.

Selain menyediakan buku, perpustakaan juga menyediakan hal lain. Pada perpustakaan modern, perpusatakaan difungsikan pula sebagai tempat penyimpanan dan poin akses untuk peta, lukisan, dokumen atau hasil seni seperti mikrofilm, audio tapes, CD, LP, kaset, viodetape, dan DVD. Bahkan, dia dapat pula memberikan layanan bagi publik  untuk dapat mengakses ke CD-ROMs, masuk ke database, dan akses internet. Bagi perpustakaan modern, perpustakaan tidak lagi dibatasi oleh dinding untuk dapat mengakses informasi dalam berbagai format dari berbagai sumber.

Tetapi, sesederhana atau secanggih apapun sebuah perpustakaan, tidak ada gunanya jika semua layanan yang tersedia di dalamnya tidak ada yang memanfaatkan. Maka melalui tulisan ini, saya menghimbau untuk kembali mengingat apa sih perpustakaan dan sekaligus mengajak untuk kembali menghidupkan perpustakaan,  sehingga fungsi perpustakaan sebagai gudang ilmu, tempat menyimpan ilmu berubah menjadi tempat untuk melaksanakan self-education (mendidik diri sendiri). Dan, cara paling sederhana untuk mewujudkan self-education adalah dengan membaca. Ketika perpustakaan dipenuhi oleh individu-individu yang membaca, tidak diragukan lagi kemajuan sedang terjadi. Karena memang itulah tujuan dari perpustakaan ‘mengubah ke arah yang lebih baik melalui self-education dengan cara membaca’


1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: