Home » NOTES » PENGAJARAN BERBASIS PRIBADI MULIA

PENGAJARAN BERBASIS PRIBADI MULIA

Membentuk pribadi mulia melalui pengajaran merupakan salah saru cara untuk pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mencapai ini, perkenalkan oleh guru bagaimana cara untuk menjadi pribadi mulia. Langkah-Langkah yang dapat dilakukakn diantaranya:

  1. Ajak para siswa untuk memahami dirinya sendiri dengan cara menunjukkan kepada mereka bahwa setiap manusia telah dibekali dengan beberapa kemampuan. Dengan daya dan kemampuan itu manusia dapat berbuat. Kemampuan yang dimiliki setiap manusia mencakup: a) kemampuan berbahasa; b) kemampuan mengindera; 3) kemampuan rohani; dan d) kemampuan jasmani.
  2. Gugah siswa untuk memahami fungsi yang diemban dirinya sebagai manusia.
  3. Tunjukkan dan pahami fasilitas yang disediakan Tuhan. Fasilitas yang diberikan sebagia karunia Tuhan meliputi bidang: a) alam fisik; b) alam hayati; c) budaya dan e) agama.
  4. Ajak para siswa untuk manjalankan hidup dengan berbuat baik. Agar menjadi manusia mulia, maka hal-hal berikut ini harus dilakukan: a) menjadi orang yang beriman dan melaksanakan keimanannya sehingga mempunyai keyakinan yang menjadi pegangan dalam kehidupannya;  b) menjadi orang yang giat berbuat baik; c) menjadi orang yang berbuat baik dengan dasar kebenaran, kesabaran dan kasih sayang; dan d) menjadi orang yang b erbuat baik untuk mencapai keselamatan, kemanfaatan, dan kenikmatan.

Guru seyogyanya mengaitkan kegiatan pembelajarannya dengan tujuan pendidikan. Salah satu tujuan pendidikan yang idean bagi bangsa Indonesia tercantum pada Tujuan Pendidikan Nasional Tahun 2003 Nomor 20 Bab II Pasal 3. Tujuan pendidikan Nasional untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaksa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan di atas dapat tercapai dengan cara: a) berikan siswa pengalaman berbahasa; b) berikan pengetahuan tentang kebahasaan dan tentang keterampilan berbahasa. Perbuatan Bahasa dilakukan serempak dengan perbuatan mengindera, perbuatan rohani dan perbuatan jasmani.

Sumber:

Orasi Ilmiah prof Yus Rusyana pada acara Seminar Internasional bertema: Cross Cultural Pragmatics Understanding


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: