Home » TEACHING METHODS » Model analisis data dalam penelitian Linguistik

Model analisis data dalam penelitian Linguistik

Ada dua pendekatan yang digunakan ketika meneliti bahasa, yaitu LINGUISTIK (mendeskripsikan bahasa secara ilmiah) melahirkan STUDI FONETIK, FONOLOGI, MORFOLOGI, MORFOLOGI, SINTAKSIS, SEMANTIK dan HUMANIS (mendeskripsikan bagaimana manusia berkomunikasi) melahirkan SOSIOLINGUISTIK, PSIKOLINGUISTIK, PRAGMATIK.

Model menurut Kaplan (1964:258) “something eminently worthy on imitation, an exemplar or ideal”. Dibandingkan dengan teori atau pendekatan, model lebih maujud dan operasional karena lebih menyuguhkan konteks yang mewadahi temuan-temuan secara lebih khusus.

Analisis merujuk pada mekanisme pengkajian atas bagian-bagian serta keterkaitan antarbagian itu.

Data adalah informasi yang digunakan untuk memutuskan dan membahas suatu objek kajian. Data linguistic disebut corpus, yaitu sekumpulan data linguistic (teks, ujaran) yang dianggap mewakili sebuah bahasa baik bahasa yang sudah mati atau masih hidup untuk kepentingan keilmuan dalam bidang linguistic atau leksikologi.

Ranah penelitian linguistic terfokus pada (1) ranah bahasa dan (2) ranah manusia. Contoh dalam penelitian Labov, SUBJEKnya: bahasa atau bagian dari bahasa; OBJEKnya: teks tertulis atau rekaman ujaran; PRODUKnya: pola variasi bahasa dialek New York, yang dapat disebut grammar, yakni model dari subjek penelitian itu.

Metode (model) analisis data ada tiga. (1) metode INTROSPEKTIF, peneliti langsung mengakses bahasa sasaran penelitian melalui kompetensinya. (2) metode ANALITIK, peneliti memiliki pemahaman terhadap bahasa sasaran, namun ia lebih bersandar pada generalisasi dari korpus yang digeluti. (3) metode EKSPERIMENTAL, adanya control terhadap data yang diakses peneliti

Pemilihan sampel menurut Patton (1980) ada enam. (1) EXTREME or DEVIANT, untuk mendapatkan informasi ihwal kasus luar biasa, aneh yang mungkin mengganggu kesimpulan. (2) TYPICAL CASES: mengetahui informasi yang muncul dari kasus specific yang diperlukan untuk memperkaya temuan. (3) MAXIMUM VARIATION, mendokumentasikan variasi yang mungkin muncul karena adaptasi dengan kondisi yang bermacam-macam. (4)CRITICAL CASES: memungkinkan adanya aplikasi secara maksimal dari temuan terhadap kasus yang kritis sifatnya. (5) POLLITICALLY IMPORTANT or SENSISTIVE CASE: untuk menarik perhatian, memasukkan tokoh politik tertentu, (6) CONVENIENCE: karena alas an kemudahan (untuk hemat waktu, biaya, energy dan upaya)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: