Home » CIANJUR » KUDA KOSONG

KUDA KOSONG

R.A Jayasarana  atau dikenal sebagai Aria Wiratanu I atau Dalem Cikundul memiliki 3 orang putra, yakni R.A Natadimaggala atau Aria Kidul, seorang ahli sastra, R.A Wiradimanggala atau Rd. Aria Cikondang, seorang ahli olah tubuh (kanuragan). Sekitar tahun 1691 Masehi mendapat surat ancaman dari Mataram menyusul runtuhnya Padjadjaran, sehingga Cirebon dan sekitarnya, termasuk Nagri Cianjur yang sedang dipimpin oleh Dalem Tarikolot harus pula menjadi daerah jajahan Mataram.

Dalem Tarikolot meminta bantuan Aria Kidul agar membuat sebuah surat untuk membalas surat yang dikirim dari Mataram. Aria Kidul menulis surat dalam bahasa Jawa Sansakerta berbentuk Pupuh Dangdanggula, surat ini dikenal sebagai Serat Kalih.

Kemudian Serat kalih dikirimkan disertai dengan titipan Dalem sendiri berupa 3 butir padi yang bermakna hasil bumi dari Nagri Pamoyanan (Cianjur) hanya sedikit; 3 butir merica untuk menandakan bahwa rakyat Cianjur sedikit dan wilayahnya kecial serta 3 buah cabe rawit yang menandakan bahwa meskipun sedikit dan kecil namun apabila ada yang menyerang, maka rakyat Cianjur siap melawan. Suratpun disampaikan oleh Rd Aria Kidul dan menempuh perjalanan kurang lebih 3 bulan.

Raja Amangkurat menerima Serat Kalih serta 3 persembahan Dalem Tarikolot. Seusai membaca surat, Raja Mataram berkata bahwa Nagri Pamoyanan dijadikan saudara. Raja Mataram memberikan hadiah sebagai tanda mata berupa Keris Pusaka miliknya sendiri, Pohon Samparantu (pohonnya berada di sekitar Desa Kademangan Cibalagung, Kec Mande) serta seekor Kuda berkulit hitam lengkap dengan asesoris kerajaan. Setelah itu, Rd Aria Kidul kembali pulang ke Cianjur.

Sesampainya di daerah Kp Muka (sekarang) rakyat sudah menunggu. Rakyat ikut ke dalam rombongan sehingga menjadi arak-arakan mengantar Rd Aria Kidul yang menuntun Kuda Kosong (tanpa ada penunggangnya), iring-iringan ini berhenti di Gerbang Pendopo (sekarang).

Sejak itu kuda pemberian dari Kerajaan Mataram selalu diarak keliling kota tanpa penunggang sebagaimana aslinya dulu ketika pertama kali dibawa dari Mataram. Pawai Kuda Kosong awalnya dilakukan pada kegiatan besar keagamaan seperti Muludan atau Rajaban. Sekarang Pawai Kuda Kosong dilakukan pada setiap perayaan hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus.

Sumber : Synopsis, Denny Rusyandi Natamiharja


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: