Home » LIVE » TRUE LIAR

TRUE LIAR

1.

“Sheni, tau gak saya punya pacar baru, orang Jawa, ganteng, putih, dan… kaya lagi,” ujar Mela. Sheni hanya mengerutkan alis. Mela tidak begitu dikenalnya. Memang beberapa tahun yang lalu dia sempat satu SMP,  satu angkatan, tapi tidak akrab, hanya kenal biasa saja. Ketika Sheni melanjutkan kuliah ke Bandung, dia hanya samar-samar mendengar kalau Mela juga kuliah, di Bogor kalau tidak salah. Baru-baru ini dia bertemu Mela lagi, tidak sengaja; Mela sedang merintis usaha kecil-kecilan pada makanan siap saji dan Sheni yang memang suka adventure makanan, mendengar ada toko makanana baru, dia segera menyambanginya, dan  mulailah mereka berganti nomor hape dan chit chat biasa, paling tidak Sheni seminggu sekali bertemu Mela.

‘Mmmm….. gimana, apa kamu suka abis sama dia?’tanya Sheni.

‘ Kayanya sih begitu’, jawab Mela.

‘Ya..congratulation, jalani dan nikmati, aku pulang ya’, Sheni langung berdiri tanpa nunggu jawaban.

2.

Sheni menjalani kehidupannya sendiri sebagai pegawai kantoran biasa, seolah tanpa jabatan, karena hanya menunggu perintah untuk ini itu pada setiap harinya. Beberapa bulan lewat, hidup berjalan tanpa banyak kejutan, datar-datar saja kecuali pagi ini, ada sms dari Mela, dia memintanya untuk datang katanya ada hal penting yang ingin disampaikannya.

‘Ada apa Mel?’

‘Aku putus!’

‘Katanya soulmate, mo nikah, kok putus’

‘Dia nikah sama orang lain!’

‘Kok?’

‘Kemarin malam, aku bertengkar hebat sama dia. Dia ngomong gini, Mel, sory, aku musti ninggalin kamu, padahal kamu tuh cinta  mati aku, tapi please ngerti Mel, aku tidak bisa lepas dari tanggung jawab, aku telah menghamili gadis lain. Dan aku milih dia’.

Sheni tertegun, dia melihat scene kehidupan yang sama sekali tidak dia mengerti.

3.

4 tahun berlalu. Sheni dipindahkan ke kota lain, dia mendapatkan promosi, sekarang dia tidak menunggu perintah, tetapi memberikan perintah bagi beberapa orang dalam divisinya.

Hari itu dia pulang kerja, Ibunya mengatakan ada tamu yang menunggunya. Sheni terkaget-kaget, tidak biasanya ada tamu untuk dirinya.

Seseorang dengan kerudung putih, kurus, menatap dirinya.

‘Siapa ya?’ Tanya Sheni.

‘Aku Naila, saudara jauhnya Mela, ada yang mau ditanyakan, kalau boleh.’

‘Tentang apa ya? Mela? Sudah lama gak ada kontak sama dia’.

‘Gini, kemarin, ada Ibu-ibu suaminya, katanya dari luar jawa, bawa anak laki-laki, yah sekitar 5 tahunan’.

Sheni tidak memahami pembicaraan tamunya.

‘Apa hubungannya dengan saya?,’ tanya Sheni lagi.

‘ Itu katanya anak Mela, dan saya lihat, sangat mirip Mela, kulitnya putih, matanya, badannya …..’ lanjut Naila. ‘Anak laki-laki itu, diurus oleh ibu-bapak angkatnya, karena dititipkan Mela sama pacarnya dulu katanya. Sekarang mereka kesini, kebetulan ada urusan di Jakarta, mereka mampir, selain untuk bertemu ibu biologisnya, juga ingin mengabarkan jika ayah bilogisnya sudah tidak membiayai anak angkat mereka dalam 4 bulan terakhir ini. Maksud kedatangan saya ke sini, sejauh mana Sheni kenal sama pacarnya Mela dulu?,’ Naila menutup pembiacaraannya.

Sesaat Sheni menahan nafas, mencoba menahan emosinya sendiri. Tiba-tiba Sheni merasa sangat marah. Selama ini, Mela berbohong. Ketika dulu Mela mengatakan bahwa dia di Bogor, sesungguhnya dia tinggal serumah tanpa nikah, dan punya anak. Ketika bertemu di toko makanan, rupanya itu upaya Mela melupakan anaknya yang dia titipkan kepada seseorang atas saran pacarnya.

Sheni menarik nafas dan berkata:’aku gak pernah ketemu sama pacarnya Mela, pernah denger langsung sih katanya dia punya pacar, tapi it is none of my business. Terus apa yang harus saya lakukan sekarang?’’

‘ Kelihatannya Mela dalam kebingungan, dia sepertinya ingin  mengambil anaknya. Tapi coba pikir, jika anak itu diambil, selama ini tidak ada yang tahu jika dia punya anak. Apa nanti reaksi ibu-bapaknya, Mela bunuh mereka perlahan-lahan kalau anak itu diambil. Lagian anak itu gak kenal Mela kan? Walaupun itu darah dagingnya, selama ini Mela tidak mengurusinya, anak itu akan stress. Masalah lainnya, Mela kan kerja, kalau dia ambil itu anak, siapa yang akan ngurus anak itu?’ Naila menyodorkan kebingungannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: