Home » Uncategorized » PENDIDIKAN BERKUALITAS HANYA UNTUK ORANG KAYA

PENDIDIKAN BERKUALITAS HANYA UNTUK ORANG KAYA

Alkisah ada seorang siswa lulusan Sekolah Dasar hendak melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah. Orang tuanya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya demi menemukan pendidikan yang tepat bagi penggalian talenta dan pemerolehan kompetensi akademis si anak.

Samar-samar terdengar ada kabar burung membawa berita menyejukkan. katanya di kota kecil tempat tinggal anak tersebut telah berdiri sekolah yang bertitel Sekolah Menengah Berstandar Internasional. Dalam benak orangtua si anak tergambar anaknya bersekolah di institusi yang akan menghantarkan anaknya mampu bersaing dalam taraf internasiona. Kata “internasional” itu yang membuat perhatian tertumpah. Jika berstandar intersional kurang lebih sama maknanya dengan mampu bersaing dalam skala internasional. Contoh kecil, jika suatu saat anaknya hendak melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas di Singapura, maka tidak ada kendala sedikitpun mengingat pendidikan menengah pertamanaya berada pada jalur yang tepat, yakni berstandar internasional.

Maka tanpa ragu, mereka mendatangi sekolah yang bermerk internasional itu untuk mendaftarkan anaknya sebagai calon peserta didik. Panitia menyatakan bahwa sebelum diterima menjadi peserta didik, maka calon siswa diwajibkan mengikuti beberapa jenis tes, diantaranya wawancara, tes tulis, tes kemampuan mengoperasikan komputer.

Ikutlah si anak dalam seluruh tes yang disiapkan sekolah tersebut.

Hari berikutnya, wawancara orangtua. Ibu si anak datang untuk diwawancarai. Diawali dengan mengisi formulir seputar identitas, selanjutnya pewawancara berkata: Siapkah ibu tidak mendaftarkan anaknya ke sekolah lain? Ibu harus menyatakan itu dalam pernyataan yang ditempeli materai Rp. 6.000, dan ditandatangani. Selanjutnya, siapkah Ibu menginvestasikan dana awal sebanyak Rp. 2.500.000? Dana yang harus Ibu cover sekoatar Rp. 7.000.000.

Si Ibu tidak menjawab, diam saja.

Bukankah SD dan SMP termasuk compulsory education (wajar dikdas), kenapa harus membayar semahal itu? Dia membandingkan dengan dana Kuliah S2 UPI, persemester Rp. 6.000.000. Kenapa untuk Sekoloah Menengah biayanya menandingi S2. Si Ibu terhenyak. Dia bertanya kepada seseorang yang dia kenal sebagai satf TU sekolah tersebut. Dia bertanya “Kok investasinya sangat tinggi ya?” . Dengan tenang Ibu staf TU menjawab ,”ah Ibu, coba bandingkan dengan SMP SBI di Bandung, mereka pasang tarif lebih mahal, terus lihat SMA SBI kita, kan sekitar 8 jutaan.” Si Ibu tidak bisa bicara. Dia pulang. Dalam hatinya tetap kuat niat ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah yang terbaik yang ada di kotanya. Tapi ketika menghadapi dana investasi yang harus ditanggungnya , dia merasa kelimpungan. Uang sebanyak itu untuk ukuran dirinya yang kebetulan suaminya belum mendapatkan pekerjaan, amatlah besar.

Kenapa pendidikan berpihak kepada orang berduit? Bukankah pendidikan untuk semua? Akan ada ratusan anak yang kecewa dan mengundurkan diri dari sekolah idamannya karena terantuk dana yang berat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: