Home » TEACHING METHODS » Ujian Nasional-Listening

Ujian Nasional-Listening

Listening Section. Kresek-kresek… Part one.
Itu adalah suara yang dapat ditangkap peserta ujian Bahasa Inggris tingkat SMA pada hari Selasa 23 Maret 2010.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan untuk Mata pelajaran bahasa Inggris. Materi ujian dibagi ke dalam dua kelompok, yakni Listening sebanyak 15 buah soal dan Reading sebanyal 35 soal.

Ujian menyimak benar-benar merupakan ujian apakah peserta ujian benar-benar “mendengar”.  Setiap ruang ujian di SMAN 2 Cianjur tidak dilengkapi dengan sistem sekat kedap suara. Ketika 16 ruang ujian menyetel tape recorder, maka gemuruhlah ke 16 ruang tersebut  meneriakkan tes dengan suara riuh rendah sesuai dengan kemampuan tape mengeluarkan bunyi.

Peserta ujian dengan deg-degan memasang telinga dan bersiap menangkap setiap kata yang diucapkan narrator. Apa yang terjadi? Gaung dari ruang lain memudarkan suara dari tape yang sedang diputar diruangan terse but. Belum lagi penyetelan tape tidak persis seragam. Maka tersimak suara narrator dari tape seolah diulang-ulang dan saling bersahutan. Sulit untuk bisa disimak dengan baik.

Rupanya “ujian menyimak “ini belum berakhir. Pada beberapa ruang, tape mendadak ‘ngadat’, dia mengeluarkan suara ‘ngosom, dalam, Menden gung, dan lebih parah suara narrator seperti keluar dari dunia lain”.

Pemerintah memberikan kelengkapan ujian hanya dengan lembar soal ujian, Ljk dan kaset saja. Tidak memperhitungkan bagaimana kaset itu bisa membantu siswa dalam pelaksanaan ujian. Sekolah yang tidak memiliki tape recorder, maka sekolah membebankan kepada siswa peserta ujian untuk menyediakan tape di ruang ujiannya. Belum lagi pada masa sekarang, tape recorder menjadi barang yang sedikit langka, karena cd dan dvd telah menggantikan posisi tape recorder.


1 Comment

  1. Siti Fatonah says:

    hii.. Miss Badriah, I just wanna share my experience when LIstening test 2005 ditingkat SMA di salahsatu sekolah dibandung pertamakali diadakan, kita para peserta ujian setelah selesai ujian merasa pusing dan bingung, “the voice was not clearly”. siswa yang perprestasi sekali pun merasa confused, she even frustated after that. Dan sekarang sebuah takdir, saya menjadi guru bahasa Inggris di SMP, dan ketika ujian praktek Listening, banyak yang mengeluh “gak ngerti” dengan pelafalan Native speaker yang masih asing di telinga mereka. So, I have to prepare for make it better with take a time twice a month untuk memperdengarkan mereka Native speaker dialogue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: